Dyah
Demam kangen Slank di Jerman terobati dengan kehadiran grup kondang ini di Klub Musik Indra di kawasan St. Pauli Hamburg, 30. Mei 2008. Tiket yang jumlahnya terbatas itu, laris jauh hari sebelum pagelaran layaknya kacang goreng. Cuaca hangat akhir Mei seimbang dengan hangatnya suasana di ruang konser, hingga penonton perlu diberikan time out" menghirup angin segar selesai Sandy Sundhoro sebagai Supporting Band dari Berlin mengawali malam pagelaran tersebut.Fans yang berdatangan dari penjuru Jerman: Hamburg, Hannover, Berlin, Kln, Frankfurt, Kiel, dsb ...memang sudah sangat kangen pada Slank jadi tak heran jika teriakan dan tepukan kegembiraan tak tertahan lagi saat Kaka, Bimbim, Abdee, Ivan dan Ridho memasuki panggung. Suasana bertambah panas dengan lagu-lagu yang dibawakan...layaknya mendapat oleh-oleh dari Indonesia, semua yang diberikan Slank malam itu disambut hangat dan berapi-api ikut menyanyikan tembang-tembang yang isinya benar-benar jempolan, bukan hanya oleh anak rantau, tetapi juga oleh bule-bule yang fasih melafalkan lagu-lagu Slank. Terus terang, pemandangan itu benar-benar mengharukan, bangga pada Slank yang ikut menyebarkan bahasa Indonesia dan menyatukan kita.Para Slanker tak jemu-jemunya ikut bernyanyi, berjoget, berteriak bersama Slank: Tentang cinta dan cita-cita, tentang negri kita, tentang kritik dan protes dan lainnya. Rasanya konser tersebut berjalan begitu cepatnya... Permintaan Zugabe! Zugabe!" yang artinya minta tambahan lagu... berkali-kali dipenuhi 5 cowok yang di saat-saat akhir konser bernyanyi tanpa T-Shirt lagi ... Hamburg yang biasanya dingin, benar-benar dihadiahi panas musim semi dan panas dari Slank. Terima kasih-Danke Schn Slank!Foto: [url="http://ikatagentur.multiply.com/photos/album/26/Slank_in_Hamburg_"]http://ikatagentur.multiply.com/photos/ ... n_Hamburg_[/url]