Ni Luh...
kamu juga tuh bakat sekali jadi bussines woman. Jadi ok deh, aku jagain warung pagi, apalagi Rabu ... aku libur ngajar. Pooochie ditinggal biar bisa dipakai sebagai maskot agar banyak tamu-tamu yang datang.
Oh iya, ngomong-ngomong soal kucing... suamiku suka sekali dengan kucing, tetapi sejak 5 tahun ini kami tidak punya kucing, karena tinggal di appartemen lantai atas, yang tidak punya cukup banyak halaman. Jadi kalau di Bali-- pertama-tama yang kita beli ... Kucing.
Suami saya yakin kalau kucing2 harus berekor panjang, kalau ada kucing berekor pendek ...dia selalu bilang: Kasihan sekali, ekornya pasti dipotong orang untuk bikin sup. Aku capek menerangkan kalau di Indonesia tidak ada tradisi sup buntut kucing.
"Indonesia: Jauh di mata, dekat di hati"
Salam-Regards-Saludos-Gruesse
Dyah Narang-Huth, http://www.ikat-agentur.com
Hi Kak DyahOriginally Posted by Dyah
Sepertinya di Cina, baca di koran, ada deh makanan yang dari kucing seperti kucing saya kalau tidak salah :cry: :cry:
Udah lupain deh...gemana bisnis hari ini apa ada pelangan yang baru...saya lihat Bli Gede mampir....Wah gawat ini cuma satu nasabah sehari...kita bisa-bisa bangkrut deh...padahal saya sudah promosikan lo..
Kak Dyah kita harus rapat darurat ini...
tema pertama
bagaimana caranya dapat pelangan baru. Mungkin kak dyah sambil melayani bisa juga membawa muridnya ke warung kita: warung bahasa german, spanyol, ingris, bali, jawa, indonesia (kayaknya seru)?
tema dua
mungking nama "kucing" tidak lagi mujarab. bagaimana kalau kita ganti namanya jadi Warung Lidah Sedap Pedas?? Gemana??
Tema tiga
mungkin kita harus bervariasi dalam usaha kita sebab restaurants sekarang lagi kena wabah macam macam. Gara-gara kakak bilang kita harus jadi wanita wirausaha saya jadi berpikir-pikir. Bagaimana kalau kita buka koperasi wanita....angota baru bisa menanam modal-modal juga kita bisa sekalian belanja di koperasi kita....kalau sudah besar mungkin kita akan jadi kelompok Konglomerat wanita di Indonesia....
Ide koperasi
warung lidah sedap pedas, Gym, Toko baju, toko sepatu, toko buku??
Tapi tujuan yang paling dasar koperasi wanita untuk memperdaya dirikan wanita supaya kita tidak tergantung keuangan dengan suami (laki-laki).
Bagaimana menurut kak dyah atau angels yang lainnya?
Kak dyah, bisa jaga toko tidak soalnya saya harus berenang...nanti saya akan jaga terus menerus waktu kakak di BAli...tapi jangan lupa mampir mampir.
Bli Gede
Pekan ini saya akan ada banyak arak untuk bli juga mungkin juga yang lebih keras dari Scotland....Originally Posted by Bli gede
nanti saya akan banyak arak pekan ini kusus buat bli gede juga mungkin ada yang lebih keras Whisky...saya tingal dekat scotland jadi banyak stocks....Saya tangkap air mata dan apapun yang bli gede bilang di warung lidah akan tidak meningalkan warung ini....rahasia terjamin :lol: soalnya bli gede nasabah/pelangan kita satu satunya ya kita harus baik sekali kepada bli :wink:
Hidup Bahasa Indonesia
Ni Luh
waduh punya bisnis warung atau restoran berat banget dan kerjanya bikin pusing katanya. sainganya banyak dan tamunya dikit sekarang, tapi tentu.. kalau yang punya rajin dan ia dapat karyawan yg rajin (paling susah) bisa saja lancar. masalah sekarang bukan kalau orangnya rajin ataupun ide bisnisnya sempurna.. masalahnya ngga ada tamu. :? nah selamat gen. mogimogi sukses. :)
Ni Luh,
ide kamu tentang "koperasi wanita" bagus ... bener kok. Malah sama dengan proyek beneran yang sedang aku garap tahun ini buat diterapkan di sini bersama para ibu-ibu. Aku sudah bikin konsep tentang itu... ada 4 Ibu-ibu yang mau ikut "Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh!"... Jadi kita mau bikin sarinah mungil.
Jadi kalau di forum kita bikin juga koperasi ... pasti bagus... bisa kita tawarkan ke klien lainnya... saya akan ajak murid-murid saya untuk mampir lihat-lihat koperasi ini. Tapi yang paling penting juga dukungan para Angel lainnya... kok belum ada yang mampir :roll: Mungkin lagi musim liburan ya?
Ayo kita mulai dengan bisnis baru ...gimana?
"Indonesia: Jauh di mata, dekat di hati"
Salam-Regards-Saludos-Gruesse
Dyah Narang-Huth, http://www.ikat-agentur.com
Ah sudah lama tidak mampir ke Warung Kucing. Sepi toh, kayak Bali aja nih.
Maaf baru bisa mampir, habis beberapa hari ini lagi nongkrong di Warungnya Tante – curi2 resep Gecok Kacang Merah untuk Bli Gede and siapa tahu bisa ikut menu baru Warung ini.
PS apakah ada orang yang bisa kasih saya resp buat kacang merah seperti saya sering makan di bali? Kadek?
Bli Gede Kalau ini yang Bli Gede maksud, Resepnya seperti dibawah
:?: Gecok Kacang Merah
Kacang Merah – diremdam semalaman dan direbus sampai matang (jangan buang airnya).
Kepala – dibakar sedikit lalu diparut kasar (seperti parut keju) atau mungkin bisa pakai desiccated coconut yang kasar yang diroasted dulu.
Nah, sambalnya Sambal Goreng Bawang Bali
Bawang merah – diiris tipis
Bawang putih – diiris tipis
Cabai rawit & lombok
Terasi
Minyak
Garam
Goreng bawang merah sampai layu, lalu masukan bawang putih. Goreng sampai sedikit kecoklatan tapi jangan sampai kering. Masukan cabai, terasi, dan garam sesuai selera.
Nah, semua bahan sudah jadi
Campur sedikit rebusan kacang merah dan sedikit kelapa bakar parut, sedikit sambal dan garam. Aduk sampai rata.
Buburkan sedikit daun jeruk lemo yang diiris tipis.
Saya kira segitu saja resepnya. Selamat mencoba ya.
Salam &dan semoga Success
Kadek
Though we travel the world over to find the beautiful, we must carry it with us or we find it not. Ralph Waldo Emerson
kadek,
Terima kasih banyak buat resepnya kacang merah. Kelihatan sangat enak. Saya akan coba masak weekend ini. Saya merasa lidahku belum pernah kenal sama resep ini. yang saya maksud seperti kacang mekuah. rasanya agak tawar tapi enak. Aduh, kenapa otak saya jadi bocor, nggak bisa ingat namanya, ya?
Beberapa minggu yang lalu saya bikin sambal sereh sebanyaknya terus dibagi2 dan dimasukkan freezer. Enak. Tinggal ambil aja. Mulai saya tertarik sama Indonesia, lidahku jatuh cinta. Kalau nggak ada cabe, trassi atau bumbu lengkap jadi bosan. Tapi kalau di Indo keluarga istri pasti minta saya masak pilihan2 dari Italia atau Vietnam.
Ni Luh, terima kasih atas perhatianmu, mudah2-an tidak lama lagi kehidupanku kembali berseimbang. Kalau forum ini bukan tempat cocok untuk membahaskan masalah pribadi, tapi saya sangat menghargai kata2mu rama tama itu.
Mengenaik kesepian warung ini...hmm. Saya kira nama nggak apa2. Kucing, pucing, lucing...sama saja. Misalnya Mcdonald's...nama Scottish, HA! Nggak pernah saya makan McHaggis di sana, ataupun ngorder Robbie Burns Glenfiddich Mcflurry.
Cobalah kalau namanya TERLALU terkenal. Di Surabaya ada warung/pecel/soto/rujak cingur GOYANG LIDAH setiap sudut dan pojok! Hampir jadi Starbucksnya Jatim Tulen, lho.
Nah, yang penting location, location, location. Pokoknya jangan sampai pakai alamat 99x, atau xx (XXX BOLEH, dong!). Cuma merebutkan orang.
Coba kamu keliling Denpasar cari sewarung tertentu, Alamatnya Imam Bonjol 99xx misalnya, pasti nggak ketemu. Panas, Lapar, Haus...Keliling2 terus. Pasti nggak ketemu. Tanya orang...sama sajah. TAPI, pulang sana nanti malam saja. BRRRRRONG! ...ADA LOH. Gaya warung Ajaib! Tanya saja sama Pak yang punya, "Ah ya saya cuma jualan setiap malam kalau ada bulan biru di langit gelap kecuali ada upacara. "
Ternyata...Nasehat Bli buat bikin warungmu jadi Sukses;
1. Kucing harus rama tama
2. Makanan harus sesuai dgn nama (lihat kasus si McHaggis di atas)
3. jangan GOYANG LIDAHmu
4. Tempat yang cocok dan tetap.
Pakai resepnya Kadek, lho. Pintar dia. Dyah sebagai Market research dan promosi. Ni Luh sebagai hostess/gadfly/femme fatale di pintu muka. Bli Gede sebagai koki/entertainment. Jimbo sebagai bouncer. Tommy...avatarnya di gantung di depan buat semua gadis datang merayap di warung kita. Roy cocok sekali untuk bartender (charisma, advice and a dab hand with a bottle). Matsaleh... She can just sit at the bar and look good.
Mengenaik konsepmu buat kooperasi wanita...apa saya nggak di kirain banci kalau nongkrong di sana sepanjang hari? Kalau sepanjang malam, lain. :wink:
Ahhhh, much better.
Matur Suksema, Bli Gede
:lol: :lol: :lol: :lol: Bli Gede, tulisan Bli membuat saya jadi terpingkal-pingkal. Lucu sekali. Bener juga Ni Luh, kalau kita bikin koperasi wanita, bagaimana dengan Bli Gede, Pak Jimbo, Tommy dan para Warriors.
Tetapi soal konsep koperasi tersebut di Hamburg Ok sekali... Banyak sekali wanita Indonesia yang tinggal di sini, sangat intelektual, punya latar belakang kemampuan management tinggi atau pengalaman kerja yang ok...tetapi karena hidup ikut suami di negri orang tidak bisa punya kesempatan bekerja ... Saya melihat hal itu sebuat "modal" yang besarr dan tak terbayar, jadi akan saya garap... gaya koperasi lah ... biar tidak terlalu mahal biayanya.
Hari ini aku tidak bisa jaga warung, banyak yang harus diselesaikan di luar rumah dan kantor.... Selamat ngobrol deh!
"Indonesia: Jauh di mata, dekat di hati"
Salam-Regards-Saludos-Gruesse
Dyah Narang-Huth, http://www.ikat-agentur.com
hahaha. ayo nah!! :lol:Pakai resepnya Kadek, lho. Pintar dia. Dyah sebagai Market research dan promosi. Ni Luh sebagai hostess/gadfly/femme fatale di pintu muka. Bli Gede sebagai koki/entertainment. Jimbo sebagai bouncer. Tommy...avatarnya di gantung di depan buat semua gadis datang merayap di warung kita. Roy cocok sekali untuk bartender (charisma, advice and a dab hand with a bottle). Matsaleh... She can just sit at the bar and look good.
Hi Ni Luh, Dyah dllnya.
Waduh enak juga nih pulang dari winter break ada yang buka warung, menunya asyik lagi.
Saya mau pesan kopi jahe dan pisang goreng Bu Ni Luh. Disini udara agak dingin akhir2 ini, kopi jahe dan pisang goreng pasti sedap sekali.
Berapa harganya? Jangan mahal-mahal ya?
Terima kasih
Bli Gde,
Lucu sekali wartanya yang terakhir....
Kalau warungnya sepi mungkin perlu sedikit marketing ya.
Bagaimana kalau kantor2 disekitar warung dikirimin menu special dengan discount special. Tentang pemajangan fotonya Tommy untuk menarik cewek-cewek, ide bagus juga, yang penting Tommy nggak keberatan hehehe.
Kadek,Kepala – dibakar sedikit lalu diparut kasar (seperti parut keju) atau mungkin bisa pakai desiccated coconut yang kasar yang diroasted dulu
kepala siapa yang dibakar??? diparut lagi...WADUH! pasti sakit banget.
Salam