Halo teman-teman
Warung kita agak sepi, saya barusan pm Bli Gede untuk mampir ke Warung. Semoga Bli Gede mampir supaya lebih ramai.
Bli kedatangan anda di tungu.
Hi Kak Dyah
Bagaimana cuaca hari ini di Hamburg. Kalau di tempat saya hari ini cukup bagus, jadi saya sama si pooochie picnic di taman mini ku. Tapi sayangnya kebunku bukan menghadap ke barat jadi payah deh kursi kebun saya seret-seret untuk mengikuti sinar matahari

. kalau tidak ngikuti sinar matahari agak dingin juga di kebun. Saya sudah tidak sabar pingin di Bali berjemur, si pooochie juga senang berjemur.
Kak Dyah suka berjemur tidak. Sepertinya orang indo takut kulit jadi gelap. kalau saya sih semakin gelap semakin suka. Siapa lagi yang suka berjemur?
Dyah wrote:Kalu di rumah kami breakfast Senin sampai Jumát: aneka hidangan nasi= nasi uduk, nasi goreng, nasi gurih ... Suami saya kalau tidak makan nasi pada pagi hari bisa lemesss. Makannya pakai lauk kering buatan sendiri, divariasi: tempe kering, sambal goreng ikan teri, urap/saur kelapa, dendeng kering ...
Lezaaaat sekali di rumahnya Kak Dyah. Bisa rantangan tidak.
Kak Dyah, suamiku tidak bisa makan nasi pagi-pagi. Suami Kak Dyah sudah seperti orang Indo. Kak Nuni gemana suami bisa makan nasi tidak pagi hari.
Hi Kak Nuni
Nuni wrote:3. crumpet (roti bule yg dr bentuk dan rasanya sih kayak apem jawa) beli di bakery, dioles butter+potongan onion+cheese (dipanggang sampe kecoklatan/kejunya melted)
Iya benar seperti apem jawa. Saya biasanya saya masukkan the toaster kemudian di oles dengan mertega dan selai strawberi. Enggak pernah pakai cheese apalagi onion. Barusan cerita sama suami saya kalau di Oz crumpetnya pakai cheese dan onion. Nanti saya coba…thanks
Nuni wrote:Btw, kamu masih bisa masak makanan kesukaan kamu di UK? Cari bahan-2 nya ga susah kan, spt terasi dkk? Di sini juga gampang cari bumbu-2 indo, bahkan ada warung Indo yg jual bandeng duri lunak (pepes), asem-2 ikan dan ayam, otak-2, mpek-mpek, sayur gori (nangka) dll.
Di sini sih lumayan kita bisa beli di supermarket cina/India/Pakistan tapi tidak selengkap di Melbourne. Kemarin saya sempat ke toko wak haji (supermarket Pakistan) terus dapat jambu merah. Manis banget enggak ada batunya. Saya sampai heran

.
Nuni wrote:Malah ada org Indo (ngetopnya disebut Pak-e) mantan seniman/preman di Yogya n Bali (konon menurut pengakuannya), yg married sama org Oz, buka restoran namanya Blok M, menunya hampir seluruh menu nusantara!
Di Melbourne banyak restaurant indo? Di sini sih enggak ada restaurant indo. Yang buat lebih depressing lagi makanan restaurant cina di ingris (well di daerah saya) tidak bagus

. Teman cina Singapore saya bilang: this is not even good enough for lunch, never mind dinner.
Nuni wrote:Tanpa bermaksud membela, setidaknya kita diingatkan, ada sosok yg berani membuka suara ttg kaum perempuan yg saat itu masih sgt terpinggirkan (marjinal, meski kesadaran itu baru sebatas wacana yg diinformasikan lewat surat-2 beliau (Habis Gelap Terbitlah Terang).
Saya belom pernah baca suratnya. Bisa recommend buku tentang surat-surat kartini? Saya ingin baca suratnya.
Topic Baru: System pendidikan di Indo. Kapan orang Indonesia bisa dapat Noble Prize for science.Dyah wrote:Di Indo Materi pengajaran kebanyakan sangat kuno, bikin frustasi yang belajar, jadi sbg guru harus rajin bikin materi sendiri.
Kak Dyah saya sangat tertarik nih dengan comment yang Kak Dyah Tulis. Sebab Kak Dyah Kan tingal di German. German terkenal dengan pendidikan yang bagus.
Kalau menurut saya, kreativitas itu penting sekali untuk menciptakan inovasi-inovasi. Tanpa inovasi kita bisa tertingal dengan negara lain.
Saya masih ingat waktu sekolah di Denpasar (pre-univ). Guru menjelaskan terus kita buat tugas-tugas. Tanya jawab sepertinya tidak terlalu banyak, ada perasaan takut sedikit dan juga mungkin segan. Mungkin juga karena budaya timur. Saya baca article di Financial time yang membahas tentang pendidikan di cina yang kebanyakan mengikuti pengajara kong hu cu (I think - spelling?) di mana guru menjelaskan terus murid mendengar penjelasan tidak banyak tanya jawab. Juga di bahas di article itu bahwa memang cina sangat berkembang tapi kurang penemuan-penemuan baru dan juga tidak banyak yang problem solvers . Cina harus merubah system pendidikannya kalau mau mengikuti kemajuan dengan negara lain . Maaf saya sudah cari articlenya tapi enggak ketemu.
Bagaimana menurut teman-teman yang lain
O iya pembaca Bahasa forum jangan malu-malu untuk ikut diskusi. Ditungu lho kedatangan anda
...silahkan mampir ke warung...
Okay sekian dulu….suami dan kucing sudah meong-meong……
Sampai ketemu lagi……
Salam damai untuk semua....
Ni LUh