Sebagai musisi yang sudah lama ikut 'dua budaya' saya kadang mencoba 'indonesiakan' lagu2 tradisional swedia. Tentu saja ini agak susah karna bahasanya bulat-balik dan kata-kata harus diterjemahin dengan seni dan arti yang hampir sama.
Inilah sebuah contoh.. lagu ini dibuat pada tahun sekitar 30-40'an oleh folkmusician Evert Taube. Masalah politik dan perang pada jaman dulu di Swedia dan sekitarnya lumayan cocok dengan masalah2 dan rasa putus asa di sini pada saat lagi ada bentrokan atau kerusuhan. Lagunya dibuat biar orang2 bisa melupakan masalah politik atau perang dan mengingat indahnya alam, perdamaian dan anak-anak yang sedang bermain.
INDAHNYA YANG KUMAMPU MEMBERIMU
Ku nyanyi di sisi sawah: oh indahnya berdamai
bentrokan dan berperang akan habis dibilang
dalam hati terdalam, ya kataku terang
perang dan politik ya duniaku dihancurkan
perang dan politik ya indahnya dihabiskan
Ku berjalan ke pantai mana jukung diam
Selamat Pagi Bapak Pelaut apa rasanya bertenang
Lautnya indah dan dalam, ya katamu terang
seandainya kita mencari negera yang lain
sebaiknya kita mencari caranya berdamai
Kuikut berdoa biar dengar kata tuhan
pas diam di hadapan kata-kata'nya menendang:
setan ikut jejakmu
semua musim dan kubu
dan menghantuimu walau damai ada di sisimu
menghantumu walau indah ada di sisimu
matahari yang terang menghangat padang-padang
kulihat anak belajar jalan kaki pulang
mereka panggil namaku
kenapa bapak tak senyum?
pak.. lihatlah indahnya yang kumampu berimu
lihatlah damainya yang kumampu berimu
